
Laporan Cisco AI Readiness Index – Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia menunjukkan performa relatif unggul dalam hal kesiapan adopsi AI dibanding banyak negara lain di kawasan Asia-Pasifik. Namun, dua tantangan besar terus menjadi penghambat utama: kekurangan talenta dan infrastruktur data/governance yang belum matang.
Kenapa Ai Indonesia dianggap “unggul”?
- Cisco menilai kesiapan organisasi di Indonesia melalui enam pilar: Strategi, Infrastruktur, Data, Tata Kelola (Governance), Talenta, dan Budaya (Culture).
- Meskipun secara global hanya sekitar 13 % organisasi yang dianggap “fully ready” untuk AI, Indonesia berada dalam kelompok yang relatif lebih siap di kawasan APJC (Asia-Pacific, Japan & China).
- Tekanan dari pimpinan perusahaan (CEO) semakin tinggi: banyak organisasi di Indonesia merasakan urgensi penerapan AI sebagai prioritas strategis. Cisco+2digitalisationworld.com+2
Dua Tantangan Utama Ai di indonesia
a) Talenta & Sumber Daya Manusia
- Banyak organisasi melaporkan bahwa mereka belum memiliki staf atau keahlian internal yang cukup untuk mendorong adopsi AI secara efektif.
- Budaya organisasi dan penerimaan karyawan terhadap AI juga menjadi hambatan—meskipun strategi sudah di level manajemen, implementasi di lini bawah sering terhambat.
b) Infrastruktur Data, Governance & Teknologi
- Infrastruktur seperti komputasi khusus (GPU), jaringan data yang kuat, hingga governance dan tata kelola data masih menjadi kelemahan di banyak perusahaan.
- Data yang tersebar, silo, kurang bersih atau belum siap untuk analitik AI, serta regulasi/etika AI yang belum sepenuhnya matang, menjadi hambatan signifikan.
Implikasi bagi Pemerintah & Pelaku Bisnis di Indonesia
- Pemerintah perlu mempercepat penyediaan kerangka regulasi, dukungan infrastruktur digital, dan program pengembangan talenta AI untuk memperkuat keunggulan.
- Pelaku bisnis harus mulai memetakan strategi AI dengan jelas— tidak hanya “mau AI”, tetapi juga “bagaimana AI” akan diterapkan dalam bisnis, data, dan operasional.
- Organisasi yang mampu memperkuat talenta + tata kelola + infrastruktur akan berada di posisi yang lebih baik menghadapi transformasi digital.
Kesimpulan
Walaupun Indonesia berada dalam posisi yang menjanjikan dalam kesiapan AI menurut Cisco, dua blok besar—talenta dan infrastruktur/data/governance—menuntut tindakan segera. Jika bisa diatasi, Indonesia bisa memanfaatkan momentum AI guna memperkuat daya saing nasional dalam era digital.
Baca juga: https://www.digisaurus.id/ai-dan-digital-marketing-sebuah-kolaborasi-cerdas/
